Return To The Sea

Photo AlbumCandi KalasanJun 13, '08 8:47 PM
for everyone
Lokasi

Candi Kalasan terletak di desa Kalibening, Tirtomartani, kecamatan Kalasan, kabupaten Sleman Daerah istimewa Yogyakarta. Letak desa ini dekat dengan jalan raya Yogyakarta – Solo pada kilometer 14 dan di sisi kanan jalan. Di sekitar lokasi candi Kalasan ditemui juga beberapa candi misalnya di sebelah utara terdapat candi Sari dan di sebelah tenggara terdapat candi Dawangsari, Kraton Ratu Boko serta candi Ijo.

Desksripsi Bangunan

Seperti pada umumnya bangunan candi terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kaki, tubuh dan atap. Hal itu juga terdapat di candi Kalasan.

Bagian Kaki

Kaki candi Kalasan berdiri di atas sebuah alas yang berbentuk bujur sangkar dengan sisi berukuran 45 m dan sebuah batu lebar. Ditengah tiap sisi terdapat sebuah tangga dan tepat di muka tangga sisi timur ada suatu papan batu langka yang bentuknya setengah lingkaran (moon stone).

Pada bagian pipi tangga bagian ujung lengan tangga terdapat makara dengan seekor singa dengan posisi duduk dibagian mulutnya. Di bagian belalai makara ada gambar bunga dan untaian permata yang menggantung.

Telinganya seperti telinga seekor sapi dan berkumis seperti daun tumbuh-tumbuhan. Jenggernya terdiri atas timbunan kuncup-kuncup daunan dan tumbuhan. Selain itu disekeliling kaki candi diberi hiasan sulur-suluran yang keluar dari sebuah jambangan atau pot

Bagian Tubuh

Denah tubuh berbentuk bujur sangkar dengan beberapa penampil yang menjorok keluar di tengah sisinya. Penampil ini bentuknya lebar, sehingga masing-masing dapat memuat sebuah bilik. Bilik yang di sebelah timur dijadikan pintu gerbang candi, namun demikian bilik ini tidak utuh, yang utuh yaitu bilik sebelah utara dan selatan.

Penampil pada bilik sisi timur bagian dalam mempunyai tiga buah relung, baik sisi utara maupun selatan. Akan tetapi relung ini dalam keadaan kosong. Begitu pula dengan penampil-penampil di bagian utara, selatan dan barat.

Candi ini mempunyai bilik tengah dan dapat dimasuki melalui pintu bilik penampil sisi timur sebagai pintu masuk. Pada bilik ini terdapat singasana yang terbuat dari batu yang mempunyai tempat duduk semacam lapik dan sebuah sandaran.

Sandaran ini di kanan kirinya diapit oleh pola hiasan singha yang berdiri diatas gajah. Sedangkan di bagian luar tubuh candi terdapat relung di kanan dan kiri pintu masuk namun dalam keadaan kosong. Di kanan kiri relung terdapat hiasan dewa yang digambarkan dalam posisi berdiri dan memegang bunga teratai.

Pada setiap pintu masuk yang masih utuh, baik utara maupun selatan, terdapat hiasan berupa kepala kala. Bentuk hiasannya mempunyai keistimewaan yaitu jenggernya terdapat kuncup-kuncup bunga, daun-daunan dan sulur-suluran. Pada rahang bagian atas terdapat hiasan singa dikanan kirinya. Bagian atas dihiasi pohon dewata yang ada di kahyangan.

Dipahatkan pula lukisan awan beserta penghuni kahyangan memainkan bunyi-bunyian, diantaranya membawa gendang dan rebab serta kerang dan camara (alat penghalau lalat)

Begitu pula dengan relung-relung yang lain juga dijumpai rangkaian kala dan makara. Pada bagian tubuh candi bagian atas terdapat sebuah bangunanyang berbentuk kubus yang dianggap sebagai puncak gunung Meru dan di sekitarnya terdapat stupa-stupa yang menggambarkan puncak suatu pengunungan.

Bagian atap

Batas antara atap dan tubuh candi terdapat hiasan berupa gana (semacam makhluk kahyangan kerdil). Bagian atap candi ini berbentuk segi delapan dan bertingkat dua. Pada masing-masing sisi di tingkat pertama terdapat arca Budha yang melukiskan para manusia Budha.

Sedangkan pada tingkat kedua dilukiskan Dhyani Budha, sebagai contoh arca yang terdapat di sisi selatan candi digambarkan dalam sikap tangan wara mudra (sikap memberi kemurahan) yang melukiskan Dhyani Budha Ratnasambhawa, ialah Dhyani Budha yang menguasai sisi selatan. Bagian puncak kemungkinan berupa stupa, tetapi tidak berhasil direkontruksi keembali karena banyak batu asli yang tidak ditemukan.

Pada sekeliling candi Kalasan ini terdapa bangunan berupa stupa dengan rata-rata tinggi 4,60 m jumlahnya 52 buah. Stupa-stupa ini tidak ada yang dibangun kembali karena banyak batu asli yang hilang. Pada stupa ini diketemukan 81 buah peti batu, kadang-kadang periuk yang terbuat dari perunggu atau tanah liat di dalamnya. Periuk ini berisi abu dan benda-benda lain misalnya cermin, manik-manik, lempengan emas bertulis, jarum, rantai dan pisau. Cermin dan pisau merupakan lambang dari hakekat utama atau kekekalan yang dihubungkan dengan mereka yang telah meninggal.

Satu hal lain yang menjadi keistimewaan candi Kalasan adalah adanya lapisan penutup candi yang disebut bajralepa. Bajralepa ini sebagian sudah hilang karena dimakan jamur dan tumbuh-tumbuhan.

Sejarah Pendirian

Berdasarkan prasasti Kalasan 700 ҫaka (778 M) yang behuruf Prenagari dan berbahasa Sansekerta menyebutkan bahwa para guru sang raja berhasil membujuk Maharaja Tejahpurnapana (Kariyana Panangkaran) yang merupakan mustika keluarga Sailendra (Sailendrawamsatilaka) untuk membangun bangunan suci bagi dewi Tara dan sebuah biara bagi pendeta dalam kerajaannya.

Setelah itu ia menghadiahkan desa Kalasa kepada para Sangha.
Oleh karena itu angka tahun 778 M dianggap sebagai tahun berdirinya candi Kalasan. Menurut pendapat beberapa ahli purbakala, candi Kalasan ini telah mengalami tiga kali pemugaran. Bukti yang ditampakkan oleh penyelidik arkeologi dibuktikan dengan adanya empat sudut kaki candi dan bagina tengahnya baik sisi timur maupun sisi barat. Hal ini memperlihatkan pola halaman yang asliterdiri dari empat persegi tanpa bagian yang menonjol pada setiap sisinya.

Pada dinding atas kaki terlihat polos atau tanpa hiasan dan tanpa urutan bagian-bagian yang biasa terdapat pada sebuah candi. Susunan bawah dari bangunan kedua memperlihatkan dengan jelas masa perubahan dari yang pertama ke pemugaran masa ketiga.

Susunan candi yang sekarang ditandai dengan segi empat dengan bagian-bagian yang menonjol pada empat sisi dengan panggung segi empat tambahan pada bagian dasar. Panggung ini sama ukurannya dengan dasar candi sekarang yaitu 45m x 45m.

Hal lain yang membuktikan bahwa candi Kalasan mengalami tiga kali pemugaran yaitu terlihat di bagian sudut barat laut kaki candi yang sekarang masih ada bagian terbuka. Disana terlihat kaki candi yang lama masih ada (goresan di batu bukanlah asli, tetapi digoreskan untuk keperlua pemugaran di tahun 1927 – 1929 yang diprakarsai oleh orang Belanda yaitu Van Romondt.
Dari hasil pemugaran tiga tahap tersebut dapat diketahui tinggi keseluruhan candi Kalasan yaitu kurang lebih 34 m, panjang 45 m, dan lebar 45 m.

Informasi ini diketik ulang dari panduan yang di photo copy oleh petugas keamanan candi, sayang tidak ada petugas yang bisa memberi keterangan pada waktu berkunjung. Cukup memberikan uang seadanya untuk mengganti ongkos photo copy panduan tersebut.

Candi Kalasan
 4 Comments 
Candi Kalasan
 1 Comment 
Candi Kalasan
  
Candi Kalasan
 2 Comments 
Candi Kalasan
 3 Comments 


44 CommentsChronological   Reverse   Threaded
imgar wrote on Jun 13, '08
detail-detail yang menawan..
gunisa wrote on Jun 13, '08
dan gak da yang tahu letaknya di tengah kampung
dreamofall wrote on Jun 13, '08
menyeramkan ....
arieyayi wrote on Jun 13, '08
iyah... banyak candi letakna di pedalaman... daku pernah sampe amazed...
masa di tengah2 kampung ada candi.. hihi..
lihatpadaku wrote on Jun 13, '08
mba yayie, waktu ke jokja kemarin itu ke candi mana ya ? :D
antie wrote on Jun 13, '08
sayang ya.. kurang terawat....
nocturno wrote on Jun 13, '08
Eh..g ada pose Ms G nih?
kobochan16 wrote on Jun 13, '08
huhuhu, kapan kita berlibur bersama missji? dan berpose-pose keren dimana-mana?
sefawkes wrote on Jun 13, '08
mba yayie, waktu ke jokja kemarin itu ke candi mana ya ? :D
candi ratu boko din....
sefawkes wrote on Jun 13, '08, edited on Jun 13, '08
gw demen kalo lg ke candi...suasananya berasa gimanaaaaaa gituh.."langsung ngayal;))"
yulibean wrote on Jun 14, '08
gunisa said
dan gak da yang tahu letaknya di tengah kampung
he eh di tengah kampung..tapi kalau dari jalan raya jogja-solo sebenarnya keliatan..
yup ga gitu terawat padahal bagus banget.
disini dulu ada kejadian waktu aku jadi volunter pendataan...ada bagian dari candi yang di jadikan tempat cucian dan bahan bangunan....ngeres ga tuh
laurasaid wrote on Jun 14, '08
mistiikkkk.... keren..keren...
mmlubis wrote on Jun 14, '08
justru berantakan batunya yang bikin candi ini bagus

heheee
inielang wrote on Jun 14, '08
aku baru dari sana, sekarang lebih terawat!!!
ibutio wrote on Jun 14, '08
gunisa said
gak da yang tahu letaknya di tengah kampung
aku tau...dulu ke sana waktu masih SD, sambil berpetualang sekeluarga...malah dulu lebih parah lagi....kan itu beneran ditengah sawah (pada jaman itu), jauh dari jalan gede, dan jauh dari keramaian....mau nanya-nanya...gak ada yang bisa ditanyain
1d4w4jd1 wrote on Jun 14, '08
wowwwwww!
1d4w4jd1 wrote on Jun 14, '08
uhuhu, kapan kita berlibur bersama missji? dan berpose-pose keren dimana-mana?
ikuuuuuuuuuuuuuuuuut:D
gunisa wrote on Jun 14, '08
menyeramkan ....
kesana yuuuuk
gunisa wrote on Jun 14, '08
antie said
sayang ya.. kurang terawat....
terawat sih cuma yah terpencil aja padahal cantik lho ini
gunisa wrote on Jun 14, '08
Eh..g ada pose Ms G nih?
disini ndak sempat ally....sayang juga kalo candi indah ini tiba2 nongol si narsis
gunisa wrote on Jun 14, '08
gw demen kalo lg ke candi...suasananya berasa gimanaaaaaa gituh.."langsung ngayal;))"
berasa apa hayoooooooooooooo
gunisa wrote on Jun 14, '08
he eh di tengah kampung..tapi kalau dari jalan raya jogja-solo sebenarnya keliatan..
yup ga gitu terawat padahal bagus banget.
disini dulu ada kejadian waktu aku jadi volunter pendataan...ada bagian dari candi yang di jadikan tempat cucian dan bahan bangunan....ngeres ga tuh
edaaaaaaaaaaaaaaan.......
gunisa wrote on Jun 14, '08
huhuhu, kapan kita berlibur bersama missji? dan berpose-pose keren dimana-mana?
akan kita buat semua terheran-heran dan terkagum-kagum dengan pose kita
jmave wrote on Jun 14, '08
aku pernaaaaah -kayaknya-
nocturno wrote on Jun 14, '08
gunisa said
disini ndak sempat ally....sayang juga kalo candi indah ini tiba2 nongol si narsis
hoooo...
Nggak nyangka kalau Ms G bakal koment kayak gini..
hihi
antie wrote on Jun 14, '08
gunisa said
akan kita buat semua terheran-heran dan terkagum-kagum dengan pose kita
*langsung cek tiket online*
mau ke mana kitaaaaa??
gunisa wrote on Jun 14, '08
bagaimana kalau kita ke yogya dulu......*siapin koper*
antie wrote on Jun 14, '08
yuuuuuuuuuuukkkk......
inoeinoe wrote on Jun 14, '08
bertahun-tahun tinggal di jogja aku belum pernah ke candi ini.....
dulu mainnya di candi Boko terus...
inoeinoe wrote on Jun 14, '08
ih... keren...
Loro Jonggrang mampir kesini nggak ya...?
gunisa wrote on Jun 14, '08
ih... keren...
Loro Jonggrang mampir kesini nggak ya...?
ini candi budha mas inoe......
inielang wrote on Jun 14, '08
ikut .... kejogja terus nginep kesolo
surfnkiteindonesia wrote on Jun 15, '08
Yang bagian kanan itu kok sepertinya susunan batunya berantakan ya... kayak salah pasang deh
surfnkiteindonesia wrote on Jun 15, '08
gunisa said
terawat sih cuma yah terpencil aja padahal cantik lho ini
Dana untuk cagar budaya di Indonesia kurang sebenarnya...mesti ngemis donation dari LN nih....
gunisa wrote on Jun 15, '08
Yang bagian kanan itu kok sepertinya susunan batunya berantakan ya... kayak salah pasang deh
itu emang begitu soalnya gak semuanya bisa di susun
dreamofall wrote on Jun 15, '08
enaknya bisa keliling2 daerah, apalagi ke tempat2 yang eksotis
suatu hal yang aku inginkan tapi blm kesampaian ... hiks
gunisa wrote on Jun 15, '08
enaknya bisa keliling2 daerah, apalagi ke tempat2 yang eksotis
suatu hal yang aku inginkan tapi blm kesampaian ... hiks
hayoooooooo......................ambil cuti nanti d bikinin deh threadnya
dreamofall wrote on Jun 15, '08
awawwww pengennn!!!!
kapan ya .... ?? emmmmm
gunisa wrote on Jun 15, '08
awawwww pengennn!!!!
kapan ya .... ?? emmmmm
hayuuuu.....belum lbiuran kan sejak abis di eeg itu......nah mumpung ada kesempatan
dreamofall wrote on Jun 15, '08
iya neh .... agustus kale ya ...
emmm tapi gak tau sih, kadang berencana tapi selalu gagal
gunisa wrote on Jun 15, '08
aaah.....diniatin dong bang......
kiswasono wrote on Jun 16, '08
nice review. layak dikunjungi gak nih gun?
gunisa wrote on Jun 16, '08
nice review. layak dikunjungi gak nih gun?
kalo untuk memuaskan hasrat motret detail pas....soalnya candinya cantik dan sepi pengunjung
gunisa wrote on Jun 16, '08
kalo aku kan emang doyan ke tempat2 beginian mas kis....jadi yah wajib buat aku
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.